BREAKING NEWS

Kasus dr Myta Aprilia Azmy Menjadi Alarm Bagi Sistem Internship Dokter di Indonesia


SEHATWEB.COM ■ PALEMBANG — Kasus meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmy saat menjalani tugas internship memantik perhatian luas publik, terutama di kalangan tenaga kesehatan dan mahasiswa kedokteran. Di tengah derasnya sorotan terhadap sistem kerja dokter muda, publik kini menunggu sikap tegas organisasi profesi terbesar dokter di Indonesia, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI).

Hingga saat ini, belum terlihat langkah publik signifikan dari PB IDI terkait wafatnya dr. Myta, yang disebut meninggal saat masih aktif bertugas.

Padahal, kasus ini berkembang menjadi perhatian nasional setelah muncul dugaan adanya tekanan kerja berlebih, persoalan supervisi, hingga sistem penugasan internship yang dinilai perlu dievaluasi menyeluruh.

Respons cepat justru datang dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri). Organisasi alumni tersebut diketahui mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Kesehatan dan mendesak investigasi menyeluruh atas kematian dr. Myta.

Selain meminta audit sistem internship, alumni juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap beban kerja dokter internship, pola pembinaan, serta perlindungan kesehatan mental dan fisik peserta program.

Kementerian Kesehatan merespons dengan membentuk tim investigasi untuk menelusuri penyebab kematian sekaligus memeriksa kemungkinan adanya persoalan sistemik dalam program internship dokter.

Anggota DPR RI juga turut mendesak agar investigasi dilakukan secara transparan dan menyeluruh. Jika ditemukan unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur, proses hukum dinilai perlu ditempuh.

"Kasus seperti ini seharusnya menjadi momentum evaluasi serius perlindungan dokter muda. Organisasi profesi diharapkan hadir tidak hanya saat isu etik muncul, tetapi juga ketika keselamatan anggota profesi dipertaruhkan," kata Gusti Anggoro, pengamat Kebijakan Publik, pada Selasa (5/5).

Menurutnya, program internship sendiri selama ini kerap menuai kritik terkait jam kerja panjang, penempatan di daerah dengan fasilitas terbatas, serta tekanan administratif dan klinis yang tinggi.

"Kasus dr. Myta kini dinilai dapat menjadi titik balik bagi pembenahan sistem pendidikan profesi dokter dan pola pembinaan internship nasional," kata dia.

Oleh sebab itu, lanjut Gusti, publik menunggu bukan hanya hasil investigasi pemerintah, tetapi juga keberpihakan nyata organisasi profesi dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan dokter muda di lapangan.

Gusti menandaskan, kasus meninggalnya dr Myta Aprilia Azmy menjadi alarm bagi sistem internship dokter di Indonesia. Evaluasi menyeluruh terhadap beban kerja, supervisi, dan perlindungan dokter muda dinilai mendesak dilakukan. (dea)

Info lengkapnya, Di Suara Negeri