BREAKING NEWS

Apakah Bell's Palsy atau Bibir Miring Bisa Sembuh?


Apakah Bell's Palsy bisa sembuh 100%?

Sejumlah dokter mengatakan, bahwa kondisi ini tidak berbahaya jika ditangani dengan tepat dan cepat, karena hampir 100% kasus dapat disembuhkan dalam dua bulan pertama.

Mulut miring atau bibir yang mencong bisa coba diatasi dengan melakukan terapi fisik atau fisioterapi. Terutama jika kondisi ini disebabkan oleh cedera saraf wajah, Bell's Palsy, atau stroke. 

Fisioterapi biasanya akan lebih efektif jika dimulai sedini mungkin setelah kamu mengalami mulut mencong.

Kenapa bibir tiba-tiba miring sebelah?

Bibir miring dapat terjadi akibat gangguan otot, saraf, atau struktur wajah, baik yang bersifat bawaan sejak lahir maupun karena kondisi tertentu seperti Bell's palsy, stroke, atau cedera.

Vitamin apa yang sebaiknya dikonsumsi jika seseorang menderita kelumpuhan Bell?

Suntikan vitamin B12 telah terbukti bermanfaat bagi penderita kelumpuhan Bell. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan degenerasi saraf, dan vitamin B12 baik yang diminum maupun disuntikkan telah digunakan untuk mengobati berbagai jenis gangguan saraf.

Bell palsy minum vitamin apa?

Obat methylcobalamin adalah nama lain dari vitamin B 12 dalam bentuk suplemen. Obat ini memang seringkali diberikan oleh dokter pada kasus-kasus gangguan saraf perifer, termasuk Bell's palsy, sebagai terapi pendukung yang sesuai dengan indikasi obat.

Mereka yang berisiko menderita Bell’s palsy adalah para penyandang stres atau kurang istirahat, penderita diabetes dan para penderita gangguan pernapasan, seperti flu biasa atau virus influenza.

Gejala gangguan ini biasanya akan hilang setelah 1-2 bulan, tetapi sekitar 10% dari orang-orang yang sempat mengalami Bell’s palsy berisiko mengalaminya lagi. Ini kemudian dapat memengaruhi sisi wajah yang berhadapan, lalu sisi lainnya.

Yang mungkin belum Anda ketahui tentang Bell’s palsy

Anda mungkin khawatir jika tiba-tiba salah satu sisi mulut Anda mulai tertarik ke bawah. Inilah salah satu gejala gangguan yang disebut Bell’s palsy, yaitu gangguan yang terjadi ketika saraf kranial yang mengendalikan fungsi wajah membengkak dan meradang.

Bell’s palsy dapat terjadi pada siapa pun berapa pun usianya, terlepas dari jenis kelamin, pekerjaan dan sukunya. 1 di antara 500 orang berisiko terkena gangguan ini.

Gejala gangguan ini cenderung datang tiba-tiba, namun tanda-tanda seperti rasa sakit di belakang telinga biasanya muncul dan diikuti oleh mulut tertarik ke bawah sampai-sampai mata penderita tidak bisa tertutup sepenuhnya.

Akibatnya, mata mengalami iritasi karena tidak bisa menutup dan kering. Atau, saat makan, si penderita mungkin mulai mengeluarkan liur dari satu sisi mulutnya. 

Gejala ini bisa jadi memburuk dan ini jelas terlihat bagi orang di sekitarnya karena penderita harus bersusah payah untuk bicara, tersenyum, atau berkedip. 

Beberapa mengalami kesulitan menggerakkan bibirnya, menutup mata dan mengangkat alisnya, sedangkan yang lain jadi susah bicara, dan otomatis susah bersiul atau minum dengan sedotan. 

Gejala ini disebabkan malfungsi otot wajah di sisi wajah yang satu, dan beberapa penderita mengeluhkan rasa bengkak, kencang dan kaku di sisi lain wajah mereka. 

Ketidaknyamanan ini disebabkan oleh penumpukan darah di daerah itu, karena otot-otot wajah gagal berfungsi seperti sebelumnya. Pada area wajah, terjadi stimulasi sel sensoris, sehingga timbul rasa kaku. 

Akan tetapi, kondisi ini tidak merusak reseptor sensoris di wajah sama sekali. Gejala lain yang mungkin dialami mencakup rasa kaku di sisi lidah yang sama dengan sisi wajah yang mengalami gangguan, sehingga makanan terasa hambar.

Gejala Bell’s palsy ini cenderung hilang dalam 4-8 minggu, namun 10% penderitanya berisiko mengalaminya kembali. Jika sampai kambuh, ini bisa memengaruhi sisi wajah yang berhadapan. Selain itu, ini bisa memengaruhi satu area pada wajah dan akan terus seperti itu lebih lama lagi atau bahkan seumur hidup. (*)