• Jelajahi

    Copyright © SEHATWEB.COM | Informasi Kesehatan Terpercaya
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    Konsumsi Xylitol Berlebih Dapat Meningkatkan Risiko Serangan Jantung Dan Stroke

    SEHATWEB.com
    Selasa, 11 Juni 2024, 13:57 WIB Last Updated 2024-06-11T06:58:02Z

    SEHAT WEB ■ Pemanis buatan yang dikenal sebagai gula alkohol sepertinya tidak pernah terdengar paling sehat bagi manusia.  

    Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam European Heart Journal, para peneliti Klinik Cleveland melaporkan bahwa jumlah xylitol yang lebih tinggi, sejenis gula alkohol, dapat meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan kejadian kardiovaskular lainnya.

    Para peneliti mengatakan, mereka menemukan hubungan tersebut dalam analisis pasien skala besar, studi intervensi klinis, dan model penelitian praklinis.

    Xylitol adalah pengganti gula rendah kalori dengan indeks glikemik rendah. Gula alkohol adalah karbohidrat yang sebenarnya tidak mengandung alkohol.

    Xylitol terdapat secara alami dalam jumlah kecil pada buah dan sayuran berserat, tongkol jagung, pohon, dan tubuh manusia. Ini digunakan sebagai pengganti gula karena rasanya mirip dengan gula tetapi kalorinya lebih sedikit.

    Xylitol ditemukan di banyak produk, mulai dari permen dan permen karet bebas gula hingga pasta gigi. Orang juga menggunakannya sebagai pemanis dan untuk membuat kue.

    Gula alkohol dan risiko kardiovaskular

    Tim peneliti mengatakan selama dekade terakhir, pengganti gula seperti gula alkohol dan pemanis buatan telah meningkat secara signifikan pada makanan olahan yang dipromosikan sebagai alternatif sehat.

    Tim Klinik Cleveland menemukan hubungan serupa antara gula alkohol, eritritol, dan risiko kardiovaskular tahun lalu. Mereka mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa xylitol tidak umum seperti erythritol dalam keto atau produk bebas gula di Amerika Serikat, namun mereka mencatat bahwa hal itu umum terjadi di negara lain.

    “Studi ini sekali lagi menunjukkan kebutuhan mendesak untuk menyelidiki gula alkohol dan pemanis buatan, terutama karena mereka terus direkomendasikan dalam memerangi kondisi seperti obesitas atau diabetes,” kata Dr. Stanley Hazen, ketua Ilmu Kardiovaskular dan Metabolik di Lerner Research Klinik Cleveland. Institute serta co-section head of preventif cardiology di Heart, Vascular and Thoracic Institute, dalam pernyataannya.

    “Bukan berarti membuang pasta gigi jika mengandung xylitol, namun perlu diwaspadai bahwa konsumsi produk yang mengandung kadar tinggi dapat meningkatkan risiko kejadian terkait penggumpalan darah,” tambah Hazen. (dea)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru